Baru Bisa, Sudah Merasa Jago
Sudah lebih dari sebulan saya mendalami vibe coding — dan hasilnya nyata. Beberapa aplikasi sudah jadi, termasuk web app yang langsung saya pakai untuk membantu operasional usaha. Satu di antaranya bahkan sudah saya bagikan ke publik di GitHub: Hermes Second Brain.
Tapi ada satu momen yang tidak akan mudah saya lupakan.
Waktu pertama kali berhasil membuat web app sendiri — ada perasaan yang sulit digambarkan. Seolah pintu besar tiba-tiba terbuka, dan saya berdiri di ambangnya dengan dada membusung. Beeehh... Rasanya seperti sudah menguasai segalanya. Mau bikin web app apa pun, rasanya tinggal jabanin saja.
Sampai saya belajar lebih dalam.
Dan semakin dalam saya belajar, semakin banyak yang tidak saya mengerti. Istilah-istilah baru bermunculan. Tools yang belum pernah saya dengar. Konsep yang lebih kompleks dari yang saya bayangkan. Percaya diri yang tadi membumbung tinggi perlahan-lahan turun, lalu menunduk — seperti padi yang mulai berisi.
Ternyata, ini bukan sekadar pengalaman saya. Ada namanya dalam psikologi: Dunning-Kruger Effect.
Orang yang paling sedikit tahu, justru seringkali yang paling percaya diri. Sementara para ahli yang sesungguhnya, justru lebih banyak meragukan diri sendiri — karena mereka sadar betapa luasnya yang belum mereka kuasai. Observer Voice
Charles Darwin pernah merumuskan ini dengan tepat: "Ignorance more frequently begets confidence than does knowledge" — kebodohan lebih sering melahirkan kepercayaan diri daripada pengetahuan itu sendiri. Wikipedia
Dan dalam khazanah Islam, ulama Mesir Badruddin Ibnu Jama'ah (w. 1333 M) menggambarkan tiga tingkatan penuntut ilmu: yang berada di tingkat pertama, ia sombong. Yang di tingkat kedua, ia rendah hati. Dan yang di tingkat ketiga, ia merasa tidak tahu apa-apa. Wikipedia
Semakin tinggi ilmunya, semakin ia merasa kosong.
Ini berlaku di mana saja — coding, agama, bisnis, bahkan hubungan antarsesama. Prosesnya hampir selalu sama: kita mulai dari tidak tahu sama sekali, lalu belajar sedikit dan tiba-tiba merasa sudah ahli, lalu belajar lebih dalam dan sadar betapa jauhnya jarak antara "sedikit tahu" dengan "benar-benar paham."
Ujub datang di puncak kebodohan. Tawadhu lahir di kedalaman ilmu.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan (pasti) Allah akan mengangkat derajatnya“. (HR. Muslim no: 2588)
Dan tanaman padi pun mengajarkan hal yang sama tanpa satu kata pun. Waktu masih muda dan kosong, batangnya tegak berdiri. Ketika sudah berisi penuh — ia menunduk.
Saya masih di awal perjalanan vibe coding ini. Masih banyak yang belum saya mengerti, dan kemungkinan besar masih banyak yang belum saya tahu bahwa saya tidak tahu. Tapi setidaknya satu pelajaran sudah tertanam: kepercayaan diri yang paling kuat bukan yang terburu-buru lahir di awal — melainkan yang lahir setelah melewati kerendahan hati yang dalam.