
Di antara banyaknya platform buat nulis, saya akhirnya balik lagi ke pilihan paling sederhana: blog personal. Setelah mikir-mikir, nimbang sana-sini, dan (tentu saja) konsultasi sama insinyur ChatGPT, saya memutuskan untuk bikin blog berbasis WordPress sebagai “rumah utama” tulisan saya.
Sebenarnya saya sempat tertarik sama Medium. Platformnya bersih, rapi, dan pembacanya banyak. Tapi setelah dipikir lagi… saya merasa kurang punya kontrol di sana. Rasanya seperti ngontrak. Nyaman, tapi tetap bukan rumah sendiri.
Kalau soal jumlah pembaca, jelas Medium lebih unggul. Tapi saya nggak masalah. Alurnya tetap sama:
Tulis di blog → lalu bagikan ke Medium dan Threads.
Jadi blog tetap jadi pusatnya, platform lain cuma buat distribusi.
Gimana Caranya Ikut Update Tulisan Saya?
Ada tiga cara kalau kamu mau tetap dapat tulisan terbaru:
- Subscribe newsletter — nanti update-nya saya kirim langsung ke email kamu.
- Follow Threads — setiap postingan baru bakal saya share di sana.
- Follow Medium — kalau kamu lebih suka baca di Medium, versi lengkapnya ada juga kok.
Apa yang Akan Saya Tulis di Blog Ini?
Banyak hal yang ingin saya bagi di sini, misalnya:
- Cerita-cerita kecil dari keseharian saya yang mungkin ada pelajarannya.
- Insight dari buku yang sedang saya baca.
- Hal-hal baru yang saya pelajari dan ingin saya simpan biar nggak hilang.
Jadi… Masih Relevan Nggak Sih Blog Personal?
Sekarang ini banyak orang lebih milih bikin mini blog di Instagram atau fokus bikin konten pendek. Nggak salah sih, tapi buat saya blog itu beda.
Blog itu kayak rumah sendiri. Mau nulis sepanjang apa pun bebas. Mau ngatur tampilannya sesuka hati juga bisa.
Beda dengan media sosial yang sebenarnya “punya perusahaan”. Kita cuma numpang. Kalau suatu hari postingan kita dinilai melanggar, bisa kena peringatan… atau malah ke-banned.
Makanya menurut saya, blog personal masih sangat relevan sampai sekarang. Bahkan dengan hadirnya AI, tulisan-tulisan di blog bisa makin mudah direkomendasikan dan ditemukan orang.
Blog itu tempat yang tenang. Tempat buat menyimpan pikiran jangka panjang. Tempat buat bercerita tanpa kejar-kejaran sama algoritma.
Dan saya senang bisa mulai lagi dari sini.
